Email this sample to a friend


HERMENEUTIKA SUNDA


Simbol-Simbol Babad Pakuan/Guru Gantangan


Jakob Sumardjo
Pengantar/Editor : Saini K.M.


Pengantar : Saini K.M.
Copyright: Jakob Sumardjo
Copyrights reserved Hak cipta dilindungi undang-undang
Cetakan Pertama, Februari 2004
Versi Digital oleh Harpa/Kelir, November 2012

Desain Cover: Joko Kurnain
Ilustrasi Gambar: Jakob Sumardjo
Layout Isi: Harris Sukristian
Format Buku Elektronik: Al Baroto

Smashwords Edition

Kagem
Saini K.M.
Putra Sumedang
Ingkang
Nganglang jagad


GURU GANTANGAN: SEBUAH APRESIASI


Oleh: Saini K.M.


Hermeneutika adalah filsafat dan atau ilmu tentang (metoda) penafsiran secara ilmiah. Dalam kehidupan, manusia terus-menerus dituntut untuk menafsirkan berbagai gejala, fakta dan atau teks. Di dalam upaya menafsirkan itu orang dapat merujuk sepenuhnya kepada subjektivitasnya, kepada pendapat orang lain, atau kepada takhyul, yaitu kepercayaan yang tidak pernah dipertanyakan secara kritis. Hasil dari penafsiran seperti itu, selain tidak dapat dipertanggung-jawabkan karena tidak ada tolok-ukur bagi ketepatan atau kebenarannya, juga sering tidak dapat dikomunikasikan. Sebagai contoh, tafsiran subjektif sering nyaris tidak dapat bersambung dengan tafsiran subjektif lainnya; tafsiran yang merujuk kepada pendapat seseorang dapat bertentangan dengan pendapat orang lain; sedang tafsiran yang berdasarkan takhyul tidak akan dapat diterima oleh orang yang tidak percaya pada takhyul, dsb. Menafsir secara ilmiah, dengan kata lain secara hermeneutik, berarti menafsir dengan metoda tertentu yang diakui kesahihannya oleh komunitas tertentu, yaitu komunitas ilmu (sosial). Artinya, di dalam upaya menafsirkan itu hukum kausal (sebab-akibat) dihormati, demikian juga penggunaan teori dan data yang sahih yang dijadikan titik-tolak penyimpulan tafsiran. Sudah barang tentu teori yang dipergunakan sebagai 'pisau bedah' di dalam analisis harus memiliki wibawa (otoritas) yang diakui oleh bagian besar ilmuwan-ilmuwan lain. Dengan demikian, tafsiran terhadap gejala, fakta dan atau teks tertentu akan dapat dikaji dan dikritisi oleh banyak orang (ilmuwan), hingga kebenaran penafsiran tersebut dapat diterima, sedang kekeliruan dapat diperbaiki bersama oleh kerjasama antar ilmuwan.

Previous Page Next Page Page 1 of 69