Email this sample to a friend


SIMBOL-SIMBOL ARTEFAK
BUDAYA SUNDA


TAFSIR-TAFSIR PANTUN SUNDA


Jakob Sumardjo
Pengantar – Saini K.M.

Copyright: Jakob Sumardjo
Diterbitkan Pertamakali Dalam Bahasa Indonesia
Oleh Penerbit Kelir, Juli 2003
Versi Digital Oleh Harpa/Kelir, 2012

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
All Right Reserved
Desain Sampul : Kurnain
Desain Isi: Harris Sukristian

Smashwords Edition

Jakob Sumardjo dan Nilai Kearifan Lama - Saini K.M


Masih banyak orang bertanya, mengapa para sarjana dan cendekiawan suka mengkaji hal-hal yang kuno atau langka? Lebih-lebih pertanyaan seperti itu akan ditujukan dalam hubungan dengan Jakob Sumardjo, yang bukan saja dengan penuh gairah mengkaji barang lama, akan tetapi barang lama itu juga berasal dari kebudayaan suku Sunda, yang nota bene bukan suku Jakob Sumardjo sendiri, seorang Jawa. Pertanyaan seperti itu muncul dari pemahaman awam tentang ilmu-pengetahuan. Ada kecenderungan pada pemahaman awam, bahwa kajian atau penelitian ilmiah tentang sesuatu harus senantiasa memiliki nilai pragmatis langsung, artinya dengan serta merta bermanfaat. Sementara hal yang langka dan kuno, menurut pemahaman ini tidak memiliki nilai praktis, apalagi ekonomis. Pragmatisme awam ini diperkuat pula, setelah dalam tiga dasawarsa – yaitu di era Orde Baru – seluruh bangsa berada di bawah apa yang dinamakan Arief Budiman sebagai ideologi ekonomisme. Oleh karena itu dapatlah difahami kalau banyak kaum awam terheran-heran, mengapa seorang Jakob Sumardjo mengkaji dengan sungguh-sungguh seni pantun Sunda.

Tidaklah demikian halnya di antara para pengkaji, peneliti, dan sarjana (sosial). Apa yang dilakukan oleh Jakob Sumardjo adalah bukan saja wajar tetapi terpuji. Pengkajian yang bersemangat terhadap seni pantun Sunda membuktikannya sebagai ilmuan sejati, yang bekerja tanpa pamrih eksternal, melainkan semata-mata keinginan tahu ilmiah terhadap sasaran yang dikaji. Disamping itu, pengkajian yang dilakukannya memperkuat pula sifat universal dari ilmu pengetahuan, dalam arti bahwa apapun yang ditemukan dari suatu bidang dari kebudayaan apa pun, akan punya hubungan dengan hasil penelitian di bidang yang sama dari kebudayaan lain. bahwa apa yang ditemukannya dalam seni pantun Sunda akan ikut menjelaskan berbagai segi di bidang yang sama di dalam kebudayaan-kebudayaan suku lain, bahkan bangsa lain.

Previous Page Next Page Page 1 of 215